Saat Pelajar dan Atlet Peraih Emas PON Dibunuh dalam Pemberontakan Madiun

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Rabu 17 Mei 2023 06:00 WIB
Ilustrasi (Foto: tangkapan layar)
Share :

JAKARTA - Sejarah mencatat bahwa Madiun Affairs atau peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia/Front Demokrasi Indonesia (PKI/FDR) di Madiun juga memakan korban pelajar serta atlet peraih emas Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama 1948.

Pemberontakan PKI tersebut sempat memakan korban sejumlah anggota organik TNI dan juga pejabat pemerintahan, seperti Gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, hingga tokoh polisi, Kombes Pol M. Doerjat.

Saat pemberontakan dengan mendirikan Republik Soviet Indonesia itu, para simpatisan sayap kiri merebut sejumlah jabatan pemerintahan dari tangan para pegawai pemerintah.

Tapi di dalam kota masih ada sejumlah elemen pendukung pemerintahan Republik Indonesia dari unsur pelajar, setelah sebelumnya sejumlah anggota TNI dari Divisi Siliwangi berhasil dilucuti PKI/FDR.

Seperti dikutip dari buku ‘Sejarah Daerah Jawa Timur’, masih ada unsur TRIP – Tentara Republik Indonesia Pelajar, yang bertahan di asrama. Asrama TRIP yang kini jadi gedung SMPN 2 Madiun itu pun turut diserbu FDR/PKI pada suatu siang, 22 September 1948.

Dalam penyerbuan itu, tewas seorang pejuang pelajar, Moeljadi yang kala itu bertugas jaga di asrama. Moeljadi tewas ditembak senapan, yang ironisnya, dilakukan oleh kakak kandungnya sendiri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya