Soekarno melangsungkan pernikahannya yang ketiga dengan Fatmawati, pada Agustus 1943. Saat itu, Fatmawati masih berusia 20 tahun, sementara Soekarno berusia 42 tahun. Fatmawati adalah istri Soekarno yang terkenal. Hal ini karena Fatmawati berjasa menjahit bendera merah putih untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dari pernikahan ini, keduanya dikaruniai lima orang anak.
Namun, selang dua hari setelah Fatmawati melahirkan anak pertamanya, Guruh Soekarnoputra, Soekarno meminta izin untuk menikah dengan Hartini. Berturut-turut, perempuan yang dinikahi Soekarno setelah Fatmawati adalah Hartini, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi (Naoko Nemoto), Haryati, Yurike Sanger dan Heldy Jafar.
Soekarno menikah berkali-kali karena memiliki alasan tersendiri. Dalam buku Sarinah: Mata Air Cinta, Humanisme, dan Feminisme Soekarno dalam Pelukan Cinta Sang Ibu Asuh karya S Wisnuwardhana (2015), disebutkan bahwa Soekarno mengawini banyak perempuan karena ia mengagumi sifat-sifat mereka.
Bagi Soekarno, kecantikan perempuan adalah keindahan yang alami. Karena itu, salah satu wujud kecintaannya adalah mengagumi lahiriah perempuan. Menurut Soekarno, mengagumi kecantikan perempuan bukanlah perbuatan jahat atau dosa.
(Fakhrizal Fakhri )