JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengaku enggan berbicara tentang politik untuk saat ini sebelum Juli 2023. Di mana di bulan itu, Anas bakal bebas dari statusnya sebagai terpidana kasus korupsi.
Anas mengatakan, dia membuat sebuah catatan yang isinya seperti sebuah panduan baginya untuk membatasi pernyataannya, khususnya terkait isu politik. Sebabnya, manakala pernyataannya itu menimbulkan masalah, dia bisa diminta kembali ke Sukamiskin.
"Saya masih mengikuti program untuk tidak memungkinkan pidato politik. Karena itu, saya membatasi untuk membuat catatan tulisan ala dokter yang ini menjadi panduan saya agar tidak keluar dari rel," ujarnya saat memberikan sambutannya dalam acara Silaturahmi Nasional Jaringan Indonesia (JARI) di Hotel Bidakara, Jakarta pada Minggu (21/5/2023) malam.
"Karena kalau keluar rel bisa antara aman atau tidak aman, yang paling tidak aman bisa diminta kembali lagi," imbuhnya.
Dia mengaku tak mau lagi kembali ke Sukamiskin sehingga harus membatasi pernyataannya. Dia baru bisa berbicara tentang isu-isu politik pasca dia dinyatakan bebas secara resmi pada Juli 2023.
"Lepas dan ngawurnya itu belum waktunya sekarang, ada masa sampai 9 Juli, 10 Juli sudah boleh agak lepas dan ngawur-ngawur sedikit. Ngawur yang terdidik, ngawur yang bukan asal bunyi. Karena kita terbiasa dengan didikan tertib secara intelektual," katanya.
(Angkasa Yudhistira)