Kisah Legenda Kopassus Tolak Bocorkan Rahasia, Meski Terus Disiksa hingga Kehilangan Satu Kaki

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Senin 22 Mei 2023 05:12 WIB
Legenda Kopassus Agus Hernoto. (Dok BH Hernoto)
Share :

JASA dan pengabdian Kolonel Infanteri (Purn) Agus Hernoto harum dikenang hingga sekarang, terutama bagi prajurit Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau kini Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD.

Agus merupakan perwira TNI yang pernah memimpin Operasi Banteng I di Irian Barat. Operasi militer tersebut sebagai tindak lanjut Tri Komando Rakyat (Trikora) yang diperintah Presiden Soekarno pada 9 Desember 1961.

Peristiwa Operasi Banteng ini berawal saat pasukan gabungan yang terdiri atas prajurit RPKAD, anggota Pasukan Gerak Tjepat TNI AU, serta prajurit Zeni, meluncur ke hutan rimba Fakfak, Papua.

Saat perang, pasukan Agus memiliki jumlah yang lebih sedikit dibandingkab tentara Belanda. Karena itu, Agus harus kehilangan banyak prajuritnya lantaran gugur dalam perang.

Tentara Belanda terus mengejar dan mengepung sisa pasukan yang dipimpin Agus. Akhirnya, kaki kiri Agus tertembak serta pecahan granat tertancap di punggung kanannya.

Saat itu, anak buahnya yang melihat Agus kesakitan langsung membantunya ke tempat aman. Namun, Agus menolak karena ia tidak mau pergerakan pasukan terhambat lantaran harus membopongnya. Dengan terpaksa, anak buahnya meninggalkan Agus di tengah hutan.

Keesokan harinya, Agus ditemukan tentara Belanda saat melakukan sterilisasi setelah pertempuran. Mereka membawa Agus ke kamp militer Belanda di Sorong.

Penderitaan Agus ternyata masih berlanjut. Di kamp tersebut, ia diinterogasi dan disiksa karena tidak ingin membongkar rahasia lokasi prajuritnya. Agus yang memutuskan menjaga rahasia terus disiksa dengan ditusuk bayonet tepat di luka kaki kirinya yang belum lama tertembak.

Kaki kiri Agus yang tertembak itu kemudian membusuk hingga harus diamputasi karena tidak mendapatkan perawatan dengan baik oleh tentara Belanda. Tindakan ini membuatnya harus kehilangan sebagian kaki kirinya dan cacat selamanya.

Agus kemudian kembali ke Jakarta usai TNI berhasil merebut Papua dari tangan Belanda. Agus mendapat perawatan medis untuk kakinya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya