4 Fakta Pemasok Senpi dan Amunisi kepada KKB Teroris di Papua

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 26 Mei 2023 06:08 WIB
Illustrasi (foto: dok ist)
Share :

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, ada beberapa sumber pasokan dan amunisi senjata milik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) teroris di Papua.

Tito menjelaskan, bahwa pasokan senjata api ilegal melewati jalan tikus, berikut sejumlah faktanya:


1. Senpi Ilegal Dipasok Lewati Jalan Tikus Perbatasan

Tito Karnavian menjelaskan, bahwa pasokan senjata api ilegal yang masuk ke wilayah Papua melewati jalan tikus perbatasan Papua-Papua Nugini.

"Saya pernah jadi Kapolda di sana (Papua), setahu saya ada beberapa kasus tapi tidak banyak," ujar Tito.

Senjata itu, kata Tito, bisa masuk melalui jalur-jalur darat, menyebar dari perbatasan di wilayah Jayapura hingga Merauke. Kendati demikian, kasus senjata ilegal yang masuk melalui jalan tikus pada perbatasan Papua-PNG dinilai tidak banyak.


2. Senjata Hasil Rampasan

Mendagri Tito Karnavian mengatakan, senjata ilegal itu juga merupakan hasil perampasan usai tembak menembak antara kelompok bersenjata Papua dengan aparat keamanan.

"Sebagian besar senjata-senjata itu adalah senjata rampasan dari aparat yang lengah," katanya.

3. Senpi Usai Konflik Dijual Lagi

 

Tidak hanya itu, sambung Tito, senjata ilegal yang digunakan oleh KKB Teroris berasal dari daerah yang pernah berkonflik, seperti Konflik Ambon Bersenjata. Sebab, senjata yang tersisa usai konflik dijual kembali.

"Senjata-senjata itu banyak yang sudah selesai konflik. Ini kan masih disimpan, itu dijual oleh yang berkonflik," tutur Tito.

 

4. Filipina Salah Satu Pemasok ke KKB

 

 

Filipina adalah salah satu pemasok utama senjata api yang digunakan oleh KKB. Adapun negara yang berbatasan langsung dengan Pulau Miangas, Sulawesi Utara itu memang terkenal memiliki home industry senjata dengan kualitas bagus.

"Itu ada yang masuk lewat jalur-jalur laut, ada juga yang melalui jalur udara. Kan ada pilot yang ditangkap itu," kata Tito.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya