JAKARTA - Bung Karno memiliki sepeda ontel saat sekolah HBS di Surabaya. Hal itu diketahui dalam buku Total Bung Karno karya Roso Daras.
Salah satu kisah dalam buku itu menceritakan tentang Anwar Cokroaminoto, putra H.O.S. Cokroaminoto yang kala itu masih berusaha tujuh tahun. Ia iseng mengeluarkan sepeda Bung Karno dan menaikinya. Tentu saja tanpa seizin Bung Karno.
Guubbbraaaaakkk…. Anwar tidak bisa mengendalikan laju sepeda dan menubruk tembok. Sepeda itu pun akhirnya ringsek. Demi melihat suara tubrukan, Bung Karno lari keluar. Matanya terbelalak, jantung berdegup kencang.
BACA JUGA:
Ia kemudian lihat Anwar berdiri ketakutan dan kesakitan. Sukarno mendelik dan menyepak bokongnya. Anwar pun menangis meraung-raung.
Hati Sukarno sendiri menangis melihat sepeda kesayangan rusak. Apalagi sepeda itu ia beli dengan susah payah.
Beberapa tahun kemudian, ketika Sukarno sudah menjadi tokoh pergerakan, mengetuai organisasi, mendapat honorarium. Ia kembali membeli sepeda. Tapi bukan untuk dirinya, melainkan untuk si Anwar.
Mungkin ia merasa bersalah karena dulu telah menyepak bokong Anwar karena marah.