Terhadap diri Soekarno, ia diyakini kakek-neneknya memiliki kekuatan gaib keduanya. Artinya, ia punya kemampuan paranormal di bidang penyembuhan berbagai penyakit, sekaligus melekat kemampuan gaib bisa mengetahui segala hal yang akan terjadi dalam dimensi waktu yang akan datang.
Soekarno masih ingat, betapa kakek-neneknya sering mengisahkan kehebatan cucunya. Jamak kakek-nenek membangga-banggakan cucunya. Tapi akibatnya, Soekarno-lah yang harus kerepotan dimintai tolong para tetangga, yang memerlukan kekuatan "gaib" miliknya. Tetangga sakit, Soekarno. Tetangga perlu teropong nasib, Soekarno. Jadilah Soekarno laiknya “dukun”.
Gaya pengobatan ala paranormal Soekarno cilik, umumnya dengan menjilat di area pasien yang sakit. Setelah dijilat Soekarno, aneh bin ajaib, tak lama kemudian sembuh.
Demikian pula dalam hal teropong. Ia nyeplos saja menjawab pertanyaan orang-orang yang ingin memanfaatkan kekuatan gaibnya.
"Aneh, lagi-lagi aneh, tak jarang ceplosan Soekarno benar-benar terjadi," tukas Roso.
Seperti yang dituturkan kepada Cindy Adams, kemampuan penglihatan gaib lambat laun menghilang, bersamaan datangnya kegaiban Bung Karno yang lain dalam merangkai kata, menyihir massa melalui pidato-pidatonya yang membahana.
(Nanda Aria)