Saat sedang asik berkumpul, J didatangi kelompok pengamen yang salah satunya menjadi korban penusukan. Mendengar kumandang adzan subuh pengamen berhenti memainkan musik dan menagih bayar terhadap J.
Akan tetapi J saat itu tidak membawa uang banyak untuk membayar ongkos mengamen itu. Lantas J mencari ATM yang mana diikuti korban dibelakangnya dengan menggunakan sepeda motor.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menambahkan bahwa selama perjalanan mencari ATM, korban merasa bingung karena sering kali melihat mesin ATM, tetapi terduga pelaku tidak berhenti.
Korban lalu memberhentikan J tempat kejadian perkara (TKP).
Korban yang berhasil memberhentikan J terlibat cekcok, hingga akhirnya berujung dengan penusukan. Korban ditusuk dengan benda tajam dibagian dada sebelah kanan.
"Sampai di TKP, disalip korban ditanyakan sudah banyak ATM di lewati kok nggak berhenti berhenti. Habis itu terjadi cekcok kemudian ditusuk," kata Komarudin.
(Fakhrizal Fakhri )