Pilpres Hanya Prosedur Biasa, Ketum PBNU: Bukan Perang Badar, Bukan soal Hidup atau Mati

Raka Dwi Novianto, Jurnalis
Jum'at 09 Juni 2023 13:12 WIB
Ilustrasi/ Doc: Okezone
Share :

 

JAKARTA - Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa Pilpres 2024 mendatang hanya prosedur yang harus dilewati begitu saja. Pilpres, katanya, merupakan agenda rutin dan tidak perlu saling bermusuhan usai dilaksanakan.

"Kita ingin sampaikan kepada masyarakat bahwa Pemilu ini cuma prosedur yang harus dilewati secara rutin untuk menentukan pemerintahan," kata Yahya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (9/6/2023).

 BACA JUGA:

Nantinya jika sudah terpilih pemimpinnya, Yahya berharap masyarakat dapat mendukung dan tidak perlu meneruskan perbedaan yang bisa mengakibatkan perpecahan.

"Nah kalau sudah selesai prosedur ini ya siapapun yang terpilih, siapapun yang menjadi pemerintah itu adalah pemerintah dari seluruh rakyat Indonesia. Harus didukung, harus ditaati dan kita tidak perlu menerus-neruskan antagonisme di antara pendukung yang berbeda-beda," kata Yahya.

 BACA JUGA:

Pilpres, kata Yahya, bukan soal hidup dan mati atau perang yang mengerikan. Pilpres atau pemilu lainya, kata Yahya, hanya prosedur untuk menentukan pemerintahan.

"Jadi ini cuma prosedur, ini bukan jihad fisabilillah, bukan perang badar, bukan soal hidup mati. Ini cuma soal prosedur untuk menentukan pejabat pemerintah yang dalam hal ini adalah presiden dan juga legislatif juga, bersamaan nanti, saya kira itu juga," kata Yahya.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya