Garis Keturunan Hayam Wuruk Pasca-Kegagalan Nikahi Putri Cantik Raja Sunda

Avirista Midaada, Jurnalis
Sabtu 10 Juni 2023 10:03 WIB
Raja Hayam Wuruk (foto: dok wikipedia)
Share :

Untuk membedakannya dari Bhre Lasem Sang Alemu. Baru setelah Kusumawardhani pindah ke Kabalan sebagai Bhatara, maka Nagarawardhani menjadi Bhatara di Lasem dengan julukan Bhre Lasem Sang Alemu.

Putri bungsu Bhre Pajang menjadi Bhatara di Kahuripan. Bhre Kahuripan ini kawin dengan Raden Sumirat, putra Rakai i Hino di Majapahit Raden Sotor. Raden Sumirat kemudian menjadi Bhatara di Pandan Salas dan bergelar Bhre Pandan Salas.

Ia adalah Bhre Pandan Salas yang pertama. Bhre Pandan Salas I mangkat pada tahun saka 1322 atau sama dengan1400 Masehi dan dicandikan di Jinggan, dengan nama candinya Sri Wisnupura.

Sepeninggal Sri Rajasanagara pada tahun 1389, Bhre Mataram Wikramawardhana menjadi raja Majapahit, menggantikan Sri Rajasanagara berkat perkawinannya dengan Kusumawardhani. Dari perkawinan Wikramawardhana dengan Kusumawardhani lahirlah Hyang Wekasing Suka.

Lantas ia mengambil nama abhiseka neneknya Sri Rajasanagara. Hyang Wekasing Suka mangkat pada tahun saka 1322 atau sama dengan1400 Masehi mendahului ayahnya, sehingga ia tidak pernah menjadi raja di Majapahit. Putra-putra Wikramawardhana dari selir yang silih berganti menduduki tahta Kerajaan Majapahit.

Demikianlah secara singkat hubungan kekeluargaan Hayam Wuruk di Majapahit pada zaman pemerintahan Sri Rajasanagara. Tokoh-tokoh yang tersebut di atas ikut serta menetapkan jalannya sejarah Kerajaan Majapahit.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya