Temuan tersebut, jelas Mahfud, didapatkan dari sejumlah pihak yang pernah berurusan di Indonesia. Ia pun kembali menegaskan conflict of interest menjadi penyebabnya.
"Itu yang melihat dunia internasional, bertanya ke orang-orang yang pernah punya urusan di Indonesia itu apa masalahnya? Di DPR ada conflict of interest. Jadi anggota DPR, tapi punya konsultan hukum. Nanti kalau ada masalah, 'tolong dibantu ini, itu'. Dibawa ke pengadilan, pengadilannya korupsi lagi. Sampai akhirnya hakim ditangkap, jaksa ditangkap yang polisi ditangkap dan seterusnya," tutup dia.
(Angkasa Yudhistira)