Kenapa Kerajaan Sunda Kerap Berganti-Ganti Ibu Kota?

Avirista Midaada, Jurnalis
Selasa 20 Juni 2023 07:20 WIB
Ilustrasi/ Doc: Istimewa
Share :

Di daerah Ciamis dan Tasikmalaya masih ada beberapa tempat yang bernama Panereban. Tempat yang bernama demikian pada masa silam merupakan tempat melabuhkan (nerebkeun) mayat, karena menurut tradisi Galuh mayat harus "dilarung" (dihanyutkan) di sungai.

Sebaliknya orang Kanekes yang masih menyimpan banyak sekali "sisa-sisa" tradisi Sunda, mengubur mayat dalam tanah. Tradisi nerebkeun di sebelah timur dan tradisi ngurebkeun di sebelah barat membekas dalam istilah panereban dan pasarean.

Pada abad ke - 14 sebutan Sunda itu sudah meliputi seluruh Jawa Barat baik dalam pengertian wilayah maupun dalam pengertian etnik. Menurut Pustaka Paratwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, nama Sunda mulai digunakan oleh Purnawarman untuk ibu kota Tarumanagara yang baru didirikannya, Sundapura.

Idealisme kenegaraan memang terpaut di dalamnya sebab Sundapura berarti kota suci atau kota murni, sedangkan Galuh berarti permata atau batu mulia dan secara kiasan berarti gadis.

(Nanda Aria)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya