JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menekankan pentingnya literasi keagamaan lintas budaya di tengah tantangan dunia menghadapi ujaran kebencian yang semakin marak.
“Saat ini dunia dihadapkan tantangan besar dalam bentuk ujaran kebencian yang semakin merajalela dan semakin sulit dikendalikan,” kata Muhadjir selaku pembicara kunci dalam webinar internasional yang diadakan Maarif Institute dan Institut Leimena, dikutip Rabu (28/6/2023).
Dikatakan Muhadjir, ujaran kebencian tidak hanya mempengaruhi stabilitas sosial, tapi juga menimbulkan kerusakan moral, mental, serta jiwa secara sistematis dan berkelanjutan. Pada gilirannya juga menciptakan perpecahan dan konflik di berbagai belahan dunia.
Oleh karena itu, penguatan literasi digital dan penggunaan teknologi komunikasi dengan bertanggung jawab untuk memerangi fenomena sangat berbahaya berupa ujaran kebencian secara online sangat diperlukan.
“Literasi Keagamaan Lintas Budaya merupakan praktik sangat penting dalam mempromosikan pemahaman, toleransi, dan kerja sama antar budaya,”ujarnya.
“Melalui pemahaman lebih dalam tentang kepercayaan dan praktik keagamaan berbeda-beda, kita dapat membangun jembatan yang kokoh antar komunitas dan menciptakan dunia lebih harmonis,” tutup Muhadjir.