Sang putri Raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu pun terserang penyakit ganas yang belum ditemukan obatnya itu. Hal ini membuat sang ayah Prabu Menak Sembuyu mencari segala cara mengobati putri kesayangannya.
Tetapi usahanya tidak membuahkan hasil sama sekali. Segala dukun dan ahli - ahli pengobatan yang didatangkan ke istana Blambangan tak mampu mengobati Dewi Sekardadu. Karena sudah panik dan bingung, Sang Raja Blambangan ini mengumumkan sebuah sayembara kepada seluruh rakyatnya.
Siapa yang bisa menyembuhkan penyakit putrinya bila laki-laki akan dijadikan menantunya dan suami dari Dewi Sekardadu. Bahkan hal itu masih ditambah diangkat menjadi raja muda di Blambangan.
Tetapi bila yang bisa mengobati perempuan, maka akan dijadikan saudara tersayang dari Dewi Sekardadu. Sayembara itu tersebar ke seluruh negeri Blambangan, tetapi tak seorang pun yang bisa mengikuti sayembara tersebut.
Di sisi lain Sang Raja Blambangan mendengar ada seorang pertapa di Gunung Selangu yang konon terkenal sakti. Sang raja kemudian mengutus patihnya Bajulsengara untuk berangkat menemui pria yang dimaksud adalah Syeikh Maulana Ishak, ayah Sunan Giri di lereng Gunung Selangu. Sang patih menyampaikan pesan kepada Maulana Ishak bahwa sang raja meminta pertolongan untuk mengobati putrinya Dewi Sekardadu.