KOLONEL (Purn) Alexander Evert Kawilarang, prajurit yang dikenal jujur, pantang menyerah, berdedikasi, tegas dan tak kenal kompromi. Bahkan, ia dikisahkan pernah menampar Soeharto (Presiden kedua RI) saat masih menjadi bawahannya.
Sebagaimana melansir Buku “Suharto and His Generals: Indonesian Military Politics 1975-1983” karya David Jenkins.
Pria kelahiran 23 Februari 1920 itu merasa ditipu Soeharto karena laporan palsu. Soeharto kala itu merupakan Letna Kolonel bawahan Kawilarang yang menjabat Panglima Wirabuana.
Peristiwa penamparan itu berawal saat Kawilarang dihadapkan pada masalah pemberontakan. Sekitar 1950-an, Kawilarang melapor pada Presiden Soekarno bahwa keadaan Makassar sudah aman, tidak ada ancaman militer dari pihak Belanda yang melakukan agresi di tanah Indonesia.
Namun, Soekarno malah menyodorkan sebuah radiogram yang melaporkan pasukan KNIL Belanda menduduki Makassar. Ditambah pasukan Soeharto yaitu Brigade Mataram yang bertugas mempertahankan kota Makassar, dilaporkan telah mundur ke Lapangan Udara Mandai.
Kawilarang langsung dibuat naik pitam dan langsung pergi ke Makassar. Ia pun menemui Soeharto dan menamparnya setibanya di Makassar.
“Sirkus apa-apaan, ini?” ujar Kawilarang saat itu.
Kabarnya, reaksi Soeharto hanya menahan sakit sambil bersungut-sungut.