JAKARTA – Nama Kaisar Jean-Bedel Bokassa sudah menjadi kontroversi sejak menjabat sebagai Kaisar Afrika Tengah pada 4 Desember 1977.
Mantan tentara Perang Dunia II itu dikabarkan pernah makan daging manusia. Dia bahkan menghidangkan daging manusia pada jamuan kenegaraan.
Namun, pada 2010 lalu, pria kelahiran 22 Februari 1921 mendapatkan pengampunan anumerta dari Presiden Afrika Tengah Francois Bozize terkait kasus kanibalisme.
Seperti diketahui, Bokassa merebut kekuasaan Afrika Serikat pada 31 Desember 1965 lewat kudeta dan menjadi presiden pada tahun 1977. Negara Afrika yang sudah miskin semakin bangkrut menanggung acara penobatan Bokassa yang sangat mewah.
Bokassa memahkotai sendiri dirinya dengan mahkota berlapis emas dan bertabur berlian. Ia juga mendatangkan makanan terbaik dari Eropa dan hadiah yang sangat besar. Singa berbentuk elang sangat mengah layaknya penobatan Napoleon Bonaparte.
Selama pemerintahannya, Afrika Tengah jauh dari kata maju. Masyarakat unjuk rasa atas keputusan yang ia buat. Bokassa memaksa anak-anak untuk membeli seragam dari pabrik istrinya yang sangat mahal.
Diktator itu tidak segan menculik dan memenjarakan anak-anak yang proten. Dua tahun setelah pengobatannya, Bokkasa pemerintahan penangkapan 100 anak sekolah, 50 anak diantaranya dieksekusi mati.
Kekejaman Bokassa terus berlanjut sampai tega melemparkan musuhnya sebagai santapan buaya dan singa pribadinya. Kaisar kejam itu diduga melakukan kanibalisme dengan memasak dan memakan daging musuhnya sendiri.
Saat penggulingan Bokassa pada 1979, pasukan Prancis menguras kolam buaya milik Bokassa di kediamannya. Mereka menemukan 30 kerangka korban yang menjadi santapan biaya.
Lemari es Bokassa juga penuh dengan potongan tubuh manusia. Sebuah media Parish Match, sempat mempublikasikan potongan tubuh anak kecil yang tersimpan di lemari es milik Bokassa.
Jean-Bédel Bokassa juga kebal hukum. Sudah dua kali ia lolos hukuman mati dan mendapat ampunan. Amnesti dari Presiden André Kolingba tahun 1993 menyelamatkan hidupnya. Meski ia harus mendekam selama tujuh tahun di penjara sebelum wafat pada 1996.
Pada 2010 lalu, Presiden Afrika Tengah Francois Bozize memberikan ampunan kepada mantan diktator ia. Bozize mengatakan bahwa Bokassa telah memberikan banyak hal kemanusiaan.
(Susi Susanti)