Tak Ingin Lanjutkan Perang Antar Agama, Pria Muslim Ini Tolak Bakar Taurat dan Alkitab

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 17 Juli 2023 16:00 WIB
Pria muslim Swedia membatalkan aksinya membakar Taurat dan Alkitab (Foto: Instagram/The Muslim Vibe)
Share :

STOCKHOLMAksi demonstrasi dan kritikan tajam terkait insiden pembakaran Al Quran yang terjadi di Swedia terus membahana di seluruh dunia.

Kali ini yang terbaru adalah aksi seorang pemuda asal Swedia yang hendak membalas dendam pembakaran Al Quran dengan membakar kitab Taurat dan Alkitab.

Pemuda bernama Ahmad Alloush itu diketahui telah mengantongi izin untuk membakar kedua kitab suci itu di luar Kedutaan Besar Israel di Stckholm. Kepolisian Stockholm memberikan izin kepada Ahmad untuk mengadakan protes terbatas yang melibatkan tiga orang untuk membakar Taurat dan Alkitab.

Alih-alih membakarnya, pria berusia 32 tahun itu malah membatalkan rencananya dan lebih memiliki aksi demonstrasi. Dia terlihat melemparkan korek api ke tanah daripada membakar kitab suci tersebut.

“Saya tidak pernah berpikir saya akan membakar buku atau kitab apa pun. Saya seorang Muslim, kami tidak membakar buku atau kitab,” kata Ahmad kepada majelis kecil yang berkumpul untuk mengantisipasi acara tersebut, seperti dikutip penyiar SVT.

“Jika saya membakar Taurat, satu lagi Injil, satu lagi Alquran, akan ada perang di sini. Yang ingin saya tunjukkan adalah tidak benar melakukannya,” tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa motif sebenarnya mengorganisir protes tersebut adalah untuk menyoroti perbedaan antara kebebasan berbicara dan tidak menghormati komunitas etnis lain.

“Ini adalah respon terhadap orang-orang yang membakar Alquran. Saya ingin menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi memiliki batasan yang harus diperhatikan,” lanjutnya.

Protes yang digelar Ahmad terjadi setelah insiden bulan lalu, di mana seorang imigran Irak membakar halaman-halaman Alquran di luar masjid Stockholm selama hari raya Idul Adha.

Tindakan tersebut menimbulkan kecaman global dari umat Islam dan mendorong penyelidikan oleh otoritas Swedia atas "hasutan terhadap kelompok etnis" meskipun polisi setempat memberinya lampu hijau untuk melakukan penodaan tersebut.

Adapun pemerintah Swedia mengutuk pembakaran Alquran sebagai ‘Islamofobia’, namun di sisi lain juga mengakui hak kebebasan berkumpul, berekspresi, dan demonstrasi yang dilindungi secara konstitusional di negara itu.

Insiden itu juga memicu krisis diplomatik karena Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Maroko memanggil duta besar Swedia.

Aksi pembakaran ini juga mendorong pertemuan darurat 57 anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan mempertanyakan upaya Swedia untuk bergabung dengan NATO, menyusul demonstrasi serupa yang diadakan oleh seorang aktivis sayap kanan di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm awal tahun ini.

Badan hak asasi manusia terkemuka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menanggapi Rabu, (12/7/2023) ini dengan sangat menyetujui tindakan yang menyerukan negara-negara untuk meningkatkan upaya mereka untuk memerangi kebencian agama setelah pembakaran Alquran.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya