Marak Pemberontakan di Berbagai Daerah, Grup 2 Kopassus Dibentuk saat Masa-Masa Kritis

Susi Susanti, Jurnalis
Selasa 18 Juli 2023 06:01 WIB
Kandang Menjangan Kopassus (Foto: Wikipedia)
Share :

Ketika kekuasaan beralih kepada Pakubuwono I dan ibu kota Keraton Kasunanan berpindah lagi ke Surakarta, wilayah ini dijadikan pesanggrahan keraton lengkap dengan segara dan tempat untuk menjerat hewan sehingga dikenal dengan sebutan "grogolan" —grogol adalah perangkap hewan.

Sunan Amangkurat II hingga Sunan Pakubuwono II telah menggunakan kawasan Kandang Menjangan sebagai tempat rusa berbiak untuk diburu para bangsawan dalam kesempatan khusus.

Untuk mencegah rusa melarikan diri dari Kandang Menjangan, sekeliling kawasan tersebut dipagari balok kayu jati. Ribuan rusa berkembang biak dan pada waktu tertentu diadakan acara perburuan.

Lokasi ini sempat terlantar ketika ibu kota Mataram pindah ke Desa Sala (kini Kota Surakarta) pada 1744 menyusul hancurnya Keraton Surakarta sebagai dampak Perang Geger Pacinan melawan VOC pada 1740-1743.

Pada masa kekuasaan Sunan Pakubuwono IV (1788-1820), tepatnya pada 1811, diadakan pembenahan bekas lahan Keraton Kartasura. Hewan-hewan peliharaan dipindahkan kembali ke bekas lahan Keraton Kartasura termasuk kawanan rusa sehingga Kandang Menjangan hidup kembali.

Saat ini, sebagian bangunan pesanggrahan itu masih berdiri utuh dan berada di bagian belakang Markas Grup 2 Kopassus. Bangunan tersebut dipelihara dan masih terlihat baik, walaupun dibiarkan kosong.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya