Salah satu petugas di bendungan pintu air 10 mengatakan sebenarnya kerusakan sudah terjadi sejak 4 bulan lalu. Namun, dampaknya baru dirasakan dua hari ini. "Area persawahan di wilayah barat seperti di teluk naga, sepatan, Pakuhaji, Sukadiri, Kresek dan Mauk (Kecamatan di Kabupaten Tangerang) kering," ucapnya.
Dia mengatakan debit air terus berkurang dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan. Ditambah tidak ada kiriman air dari wilayah Bogor. "Air tidak terbendung. Jadi area persawahan di area barat tidak teraliri air," katanya.
Direktur Teknis Perumda Tirta Benteng, Joko Surana menuturkan akibat rusaknya pintu air bendungan tersebut air baku untuk kebutuhan masyarakat menurun. Apabila tidak ditangani dengan cepat maka air akan semakin surut.
"Karena dari pengamatan kami, satu malam turun 25 sentimeter. Jadi muka air itu turun selama 24 jam. Selama dua hari ini sudah turun 50 senti. Minggu ini tidak ada kiriman air dari Bogor, kalau kita lihat posisi air sudah hijau, artinya tidak ada kiriman dari bogor," tambah Joko.
Pantauan MNC Portal Indonesia, sejumlah petugas nampak tengah menangani kerusakan pintu air bendungan tersebut. Joko pun berharap, hari ini bisa rampung.
(Angkasa Yudhistira)