Bahkan seandainya ia dikuasai oleh hasrat tatkala seseorang menuturkan kembali sebuah kisah, ia hanya menyimak. Tapi pada malamnya, hasrat memaksanya berkencan hanya ditemani cahaya bulan sebagai perantara."
Demikianlah larik sajak puisi romantis Raden Wijaya yang diucapkan ke Gayatri. Akhirnya, Raden Wijaya menyusun kata-katanya sendiri untuk meminang dan mengajaknya bersama-sama memimpin kerajaan baru.
(Angkasa Yudhistira)