ANKARA - Perwakilan Tinggi Uni Eropa (EU) untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell mengutuk pembakaran Al Quran yang baru-baru ini terjadi di Swedia dan Denmark.
"Uni Eropa menegaskan kembali penolakan yang kuat dan tegas terhadap segala bentuk hasutan untuk kebencian dan intoleransi agama," terangnya dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (26/7/2023), dikutip Antara.
Dia kemudian menekankan pentingnya menghormati keberagaman dan komunitas agama lainnya.
"Penodaan Al Quran, atau kitab lain yang dianggap suci, adalah ofensif, tidak sopan, dan provokasi yang jelas. Ekspresi rasisme, xenofobia, dan intoleransi terkait tidak memiliki tempat di Uni Eropa," lanjutnya.
Menurut dia, tindakan yang dilakukan oleh para provokator tersebut hanya menguntungkan mereka yang ingin memecah belah masyarakat.