DENPASAR - Meski pencarian kapal pencari ikan KM Sanjaya 86 telah dihentikan, namun pihak keluarga tetap berharap korban ditemukan. Tim Basarnas Provinsi Bali tetap akan melakukan pencarian jika nantinya ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal ikan tersebut.
Ditemui di kediamannya, Lidya Ndao, istri salah satu ABK KM Sanjaya 86, tetap berharap kapal pencari ikan yang hilang kontak ditemukan beserta ABK-nya. Lidya Ndao menceritakan, sebelum bertolak dari Pelabuhan Benoa, suaminya Leonardus Apri Jelahu, sempat menghubunginya melalui telepon.
BACA JUGA:
Sang suami bercerita bahwa kapal mengalami kerusakan namun sempat diperbaiki dan akhirnya melanjutkan berlayar setelah mendapat ijin berlayar pada 20 juli 2023 lalu.
Namun sejak dilaporkan hilang kontak hingga saat ini, kapal pencari ikan tersebut belum ditemukan. Dalam keterangan pers tertulis, Senin 31 Juli lalu, Basarnas Bali menyatakan memasuki hari ke 10 pemantauan KM Sanjaya 86 tidak membuahkan hasil dan dihentikan.
"Pada tanggal 21 kontak terakhir jam 6 sore. Harapan saya untuk ABK kapal semuanya dalam keadaan sehat, selamat, dan segera diketemukan," ujar Lidya Ndao.
Namun pemantauan akan kembali dilakukan jika ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal pencari ikan tersebut.
BACA JUGA:
Sebelumnya diberitakan KM Sanjaya 86 hilang kontak setelah meninggalkan Pelabuhan Benoa menuju Ground Fishing. Perusahaan kapal PT Sentral Benoa Utama melaporkan ke Basarnas pada 22 Juli lalu. Proses pencarian dilakukan dengan mengerahkan satu helikopter dam dua kapal ikan milik PT Sentral Benoa Utama.
(Furqon Al Fauzi)