Namun sejak dilaporkan hilang kontak hingga saat ini, kapal pencari ikan tersebut belum ditemukan. Dalam keterangan pers tertulis, Senin 31 Juli lalu, Basarnas Bali menyatakan memasuki hari ke 10 pemantauan KM Sanjaya 86 tidak membuahkan hasil dan dihentikan.
"Pada tanggal 21 kontak terakhir jam 6 sore. Harapan saya untuk ABK kapal semuanya dalam keadaan sehat, selamat, dan segera diketemukan," ujar Lidya Ndao.
Namun pemantauan akan kembali dilakukan jika ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal pencari ikan tersebut.
BACA JUGA:
Sebelumnya diberitakan KM Sanjaya 86 hilang kontak setelah meninggalkan Pelabuhan Benoa menuju Ground Fishing. Perusahaan kapal PT Sentral Benoa Utama melaporkan ke Basarnas pada 22 Juli lalu. Proses pencarian dilakukan dengan mengerahkan satu helikopter dam dua kapal ikan milik PT Sentral Benoa Utama.
(Furqon Al Fauzi)