JAKARTA - DPR RI sebagai Tuan rumah Sidang Umum ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA) ke-44 menunjukkan wajah Indonesia, dengan menyuguhkan pertunjukan budaya dan makanan tradisional khas Tanah Air kepada para delegasi.
Di awal acara, delegasi yang terdiri dari anggota AIPA, parlemen negara observer, dan perwakilan sejumlah organisasi internasional disuguhi dengan pertunjukan seni budaya. Di antaranya penampilan Tari Tarek Pukat dari Aceh, Tari Kipas Pakarena dari Sulawesi Selatan, dan musik angklung.
Delegasi AIPA menikmati penampilan penyanyi yang membawakan tembang-tembang lawas seperti lagu Widuri. Mereka tampak terpesona dengan keindahan budaya Indonesia, apalagi para penampil banyak yang mengenakan pakaian tradisional. Ada yang memakai baju tradisional Ternate, Maluku Utara, hingga pakaian adat Bali dan Jawa.
BACA JUGA:
“Selamat datang di Gala Dinner Sidang Umum AIPA ke-44, yang mengangkat tema persahabatan, ekonomi biru, dan keamanan maritim,” kata Puan menyambut para delegasi Sidang Umum AIPA.
“Malam ini, kita berkumpul untuk merayakan hari yang sukses dan kegiatan yang berarti selama Sidang Umum AIPA. Kita juga merayakan hubungan mendalam Asia Tenggara sebagai negara maritim,” sambungnya.
Sidang Umum AIPA ke-44 merupakan salah satu puncak keketuaan DPR RI di AIPA menyusul presidensi DPR sebagai Ketua AIPA tahun 2023, yang sejalan dengan keketuaan Indonesia di ASEAN. Selain Ketua dan Anggota Delegasi parlemen negara-negara Asia Tenggara, Sidang Umum AIPA ini juga dihadiri oleh perwakilan dari 18 negara observer dan tamu, serta 10 organisasi internasional.
Menurut Puan, lewat Sidang AIPA ini semua pihak menyaksikan kekuatan persahabatan dan kolaborasi saat delegasi dari parlemen anggota AIPA dan parlemen berkumpul untuk membahas masalah mendesak yang dihadapi kawasan kita ASEAN.
“Diskusi-diskusi ini telah memupuk rasa persatuan dan solidaritas yang sangat penting bagi aspirasi bersama kita tentang Asia Tenggara yang aman dan sejahtera,” ujarnya
BACA JUGA:
Adapun tema Gala Dinner malan ini tentang kemaritiman. Menurut Puan, tema tersebut menjadi titik temu di antara negara-negara ASEAN dan negara pengamat yang hadir di Sidang Umum AIPA ke-44.
“Konsep ekonomi biru sangat penting bagi kita. Ini berfokus pada penggunaan sumber daya laut yang bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan perlindungan lingkungan,” sebutnya.