Pekan ini, di provinsi sebelah barat daya, Sichuan, sebanyak tujuh wisatawan yang sedang mengambil foto di kawasan konservasi air tewas karena tersapu luapan gelombang air yang datang dari bendungan yang meluap.
Sementara itu, dalam peristiwa terpisah, seorang wanita berusia 27 tahun telah hilang sejak 30 Juni lalu ketika banjir bandang melanda lokasi perkemahan yang menewaskan temannya, di provinsi sebelah barat daya, Guizhou.
Seperti diketahui, cuaca ekstrem telah menerjang China lebih sering pada beberapa tahun terakhir, sehingga meningkatkan kecemasan mengenai laju perubahan iklim.
Pada 2021, cuaca yang sangat dingin dan basah saat ultramarathon di Gansu menewaskan 21 orang. Banyak pelari yang mengalami hipotermia dalam cuaca angin yang sangat kencang.
(Susi Susanti)