JAKARTA - Kemerdekaan tak hanya dapat diartikan sebagai suatu keadaan bebas kendali pihak lain, tetapi juga dapat memiliki arti yang sangat luas dan beragam.
Setiap orang dengan pemikirannya dapat mengartikan kemerdekaan secara berbeda-beda.
Staf Khusus Presiden, Angkie Yudhistia mengartikan kemerdekaan sebagai kehidupan bernegara yang bebas dari diskriminasi tanpa adanya rasa dikucilkan. Sebagai seorang penyandang disabilitas, Angkie mengaku bahwa ia merasa sangat mengerti bagaimana hidup dengan sangat terbatas. Penyandang disabilitas seringkali dianggap tidak mampu melakukan banyak hal.
“Aku tau banget rasanya menjadi seorang disabilitas yang hidup yang sangat terbatas banget, gimana kita tau kita pernah merasakan dikucilkan kita tau merasa dianggap gak mampu kita tau dianggap ga bisa,” Ujar Staf Khusus Presiden, Angkie Yudhistia, dalam Indonesia Maju, Kamis(17/8/2023).
Angkie menjelaskan bahwa kemerdekaan adalah momentum dimana lingkungan masyarakat ini harus menjadi lingkungan inklusi dengan menerima para penyandang disabilitas bukan sebagai kelompok ekslusif atau charity base, tetapi sebagai kelompok yang mampu untuk berdaya.
Untuk mewujudkan lingkungan seperti itu, masyarakat terlebih dahulu harus mengerti apa dan bagaimana yang dimaksud dengan disabilitas. Mengenai hal ini, Angkie telah meluncurkan buku keempatnya yang berjudul “Menuju Indonesia Inklusi”.
Buku ini menjawab banyak pertanyaan masyarakat mengenai disabilitas, mulai dari hal-hal dasar seperti pengertian disabilitas hingga pertanyaan yang menjurus pada isu-isu serius seperti kebijakan-kebijakan pemerintah untuk meng-akomodir disabilitas.
Menuju Indonesia Inklusi menjadi sebuah buku yang dapat memberi pemahaman mengenai eksistensi para penyandang disabilitas serta perjuangan mereka dalam lingkungan masyarakat. Buku ini ditulis dengan gaya storytelling serta memuat gambar-gambar lucu dan data-data infografis agar lebih mudah dipahami.
“Karena kita ingin siapapun yang membaca buku ini, itu memahami bahwa penyandang disabilitas ada disekitar kita dan kita berjuang” ujar Angkie.
(Khafid Mardiyansyah)