Karena semakin muak, Surapati menikamkan patremnya ke dada Brikman. Kapten Kumpeni itu tewas dengan leher hampir putus. Banyak opsir kompeni ingin menolong Kapten Brikman. Namun pasukan Surapati banyak yang datang. Maka, pertempuran menjadi sangat ramai. Orang Bugis dan Makassar menjadi bingung. Melihat kehebatan musuh menjadi takut.
Kisah Sandiwara Perang Untung Surapati demi Selamatkan Mataram dari VOC Belanda
Sementara itu, menyaksikan Kapten Brikmah tewas, Kapten Tack marah besar. Sesudah menata barisan, Kapten Tack menyerang pasukan Untung Surapati. Serangan itu dihadang oleh Surapati dan Patih Anrangkusuma. Mereka bersama-sama menerjang tanpa merasa gentar sedikitpun.
(Erha Aprili Ramadhoni)