Kota ini hanya akan memiliki kereta berkecepatan tinggi untuk membawa penumpang dari ujung ke ujung yang dapat ditempuh dengan waktu 20 menit saja.
Proyek ini pun diperkirakan akan selesai pada 2030. Dan begitu canggihnya, maka tak heran akan membutuhkan biaya yang sangat besar.
Misalnya saja pada tahap pertama yang diperkirakan hingga 2030 akan menelan biaya sekitar 1,2 triliun riyal atau sekitar Rp4.785 triliun, di mana setengahnya dari dana tersebut akan ditanggung dana kekayaan negara kerajaan.
Lalu sisanya sekitar 600 miliar riyal atau sekitar Rp2.392 triliun, para pejabat akan berusaha untuk mengumpulkannya dari dana kekayaan berdaulat lainnya di wilayah tersebut, termasuk investor swasta di Arab Saudi dan luar negeri, serta penawaran umum perdana Neom di pasar saham Saudi.
Meski terbilang canggih nantinya, tapi pembangunan kota ini masih menuai kritik dari berbagai kalangan. Beberapa kritikus mempertanyakan dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan oleh proyek ini, serta kemungkinan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia terhadap pekerja yang terlibat dalam pembangunan kota ini.