LABUAN BAJO - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menutup sidang pertemuan ASEAN Ministerial Meeting On Transnational Crime (AMMTC) +3 ke-17 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam penutupan ini, Sigit memastikan bahwa, delegasi AMMTC dan negara plus three telah sepakat dan berkomitmen bahwa perlu adanya penguatan kerja sama dalam penanganan kejahatan lintas negara secara luas.
"Kita semua sepakat bahwa kejahatan lintas negara merupakan ancaman serius yang memerlukan penanganan yang terkoordinasi dan komprehensif," kata Sigit dalam Ruang Sidang AMMTC +3 di Ballroom Hotel Meruorah, Labuan Bajo, NTT, Selasa (22/8/2023).
Sigit mengapresiasi kepada seluruh delegasi AMMTC +3 yang telah menunjukan semangat dan komitmen yang tinggi dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan damai.
"Ini merupakan diskusi yang mendalam, dan saya senang melihat tingkat komitmen dan kerja sama semua pihak untuk mengatasi masalah mendesak ini," ujar Sigit.
Dengan adanya komitmen yang sama, kata Sigit, kedepannya setiap negara dapat melakukan kolaborasi terbaik dalam mencegah maupun penegakan hukum kejahatan lintas-negara.
"Jelas dari diskusi kita bahwa terdapat kebutuhan untuk terus meningkatkan kolaborasi dan berbagi informasi antar negara," ucap Sigit.
Sigit menegaskan, setelah pertemuan AMMTC plus three ini akan ada aksi nyata dari lintas-negara dalam memberantas segala bentuk kejahatan transnational.
BACA JUGA:
"Ke depan, saya berharap kita dapat meningkatkan kemampuan bersama dalam memerangi aktivitas kriminal lintas batas melalui alat kolaborasi yang efektif. Saya menantikan implementasi kerja sama kita dalam upaya nyata di lapangan," tutur Sigit.
BACA JUGA:
Lebih dalam, Sigit menegaskan, segala bentuk komitmen, gagasan dan ide yang dilahirkan dari pertemuan AMMTC +3 ini, merupakan tujuan bersama dari seluruh negara.
"Masa depan kita bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini. Kita harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama demi menciptakan kawasan yang lebih aman, lebih damai, dan lebih sejahtera bagi semuanya," tutur Sigit.
(Fakhrizal Fakhri )