Benny Moerdani, Jenderal TNI yang Membentuk Pasukan Antiteror pertama di Indonesia

Awaludin, Jurnalis
Kamis 24 Agustus 2023 09:31 WIB
Jenderal TNI (Purn) LB Moerdani (foto: dok ist)
Share :

JENDERAL TNI (Purn) Leonardus Benyamin Moerdani atau yang dikenal dengan panggilan Benny Moerdani, merupakan salah satu tokoh militer paling berpengaruh di masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Berbagai operasi telah dilaluinya, seperti pembebasan Irian Barat, Revolusi Kemerdekaan, konfrontasi dengan Malaysia hingga upaya integrasi Timor Timur yang kini bernama Timor Leste.

Tak hanya itu saja, Benny Moerdani salah satu perwira tinggi yang ikut langsung dalam operasi pembebasan sandera saat terjadi pembajakan pesawat Garuda Indonesia oleh teroris Komando Jihad di Bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand pada 28 Maret 1981 silam. Dalam pembebasan ini, prajurit Kopassus berhasil membebaskan sandera, hal itu membuat pasukan elite TNI Angkatan Darat (AD) ini disegani di dunia. 

Dalam buku yang ditulis Julius Pour, berjudul “Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan”. Keberhasilan Kopassus dalam operasi pembebasan sandera tersebut tak lepas dari tangan dingin Benny Moerdani. Jauh sebelum peristiwa pembajakan pesawat Garuda, mantan Panglima ABRI itu telah menginisiasi pembentukan pasukan antiteror pertama di Indonesia.

Di awal tahun 1979, Benny yang saat itu menjabat sebagai Kepala Pusat Intelijen Strategis (Pusintelstrat) memanggil Asisten 2/Operasi Kopassandha yang kini bernama Kopassus Letkol Sintong Panjaitan. Dalam pertemuan tersebut, Benny menyampaikan analisisnya mengenai kemungkinan ancaman teroris.

Benny menyebut ancaman teroris tersebut muncul dalam bentuk pembajakan pesawat. Apalagi, di era 1970 an, aksi pembajakan pesawat dan penyanderaan seringkali dilakukan para teroris di berbagai negara. Cara tersebut dinilai efektif bagi teroris untuk menarik perhatian dunia Internasional.

Jenderal Kopassus ini kemudian meminta Sintong untuk menyiapkan sebuah pasukan khusus antiteror. Tidak hanya itu, Sintong juga diminta membuat bahan perbandingan dengan pasukan antiteror di negara lain. Sintong kemudian diberi kesempatan untuk mempelajari pasukan penanggulangan antiteror di luar negeri. Salah satunya dengan mengikuti latihan di Special Air Service (SAS) Angkatan Darat Kerajaan Inggris di Hereford.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya