Menurutnya, Prasasti Ngantang terkait perang yang diadakan oleh Jayabaya dan Hemabhupati atau kakak Raja Jayabaya. Pada tafsiran gelar atau sebutan Hemabhupati. Gelar itu mengandung unsur Hema berarti mas.
Pada bahasa Jawa, masih ada beberapa gelar atau sebutan yang mengandung unsur mas, seperti kakang mas, adimas dan ratu mas, dan sebagainya. Di antara sebutan yang masih ada itu, Prof. Sutjipto Wirjosuparto memilih kakang mas.
Demikianlah tafsiran sebutan Hemabhupati itu kakak Jayabaya. Karena Jayabaya berhasil mengalahkan kakaknya maka ia berhasil merebut kekuasaan dan menjadi raja di Panjalu. Perang melawan saudara tua adalah dosa.
Demi menghindarkan akibat buruk dari dosa, perlu diadakan ruwatan. Demikianlah Kakawin Bharatayudha itu menurut anggapan adalah sastra ruwat.
(Qur'anul Hidayat)