Tragedi Sadis Kali Bekasi yang Tewaskan Puluhan Tentara Jepang hingga Berubah Jadi Lautan Darah

Endang Oktaviyanti, Jurnalis
Kamis 31 Agustus 2023 18:43 WIB
Ilustrasi (Foto:Istimewa)
Share :

JAKARTA- Tragedi sadis kali Bekasi yang tewaskan puluhan tentara Jepang hingga berubah jadi lautan darah menarik perhatian publik. Kejadian itu berlangsung pada 19 Oktober 1945, di mana seharusnya mereka dipulangkan.

Kepulangan 90 tentara Jepang itu menggunakan jalur darat, yakni kereta api untuk dibawa ke Bandara Kalijati, Subang, Jawa Barat. Namun, saat melintas Stasiun Bekasi, rangkaian KA tersebut dicegat dan digeledah oleh Wakil Komandan TKR Bekasi Letnan Dua Zakaria Burhanuddin.

Padahal, Komandan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Sambas Atmadinata, memberikan perintah untuk membiarkan kereta api yang membawa rombongan tentara Jepang melintas.

Burhanuddin yang menentang perintang sang komandan, langsung menginstruksikan pegawai Stasiun Bekasi untuk mengalihkan jalur kereta di jalur dua ke jalur satu. Padahal, jalur satu adalah jalur buntu yang berujung di dekat kali Bekasi.

Warga dan para pejuang Bekasi langsung mengepung kereta. Setelah itu, Zakaria dan sejumlah pengawalnya masuk ke dalam kereta api tersebut dan meminta surat izin dari Pemerintah RI.

Meski sudah diperlihatkan surat jalan dari Menteri Luar Negeri Achmad Soebardjo yang telah ditandatangani Presiden Soekarno, tapi tak berpengaruh. Saat pemeriksaan, tiba-tiba tentara Jepang melepaskan tembakan.

Warga yang berada di bawah komando Zakaria ini pun geram. Namun, Zakaria terlebih dahulu menembak komandan tentara Jepang.

Setelah pertempuran, warga berhasil menguasai kereta api serta merampas barang seperti pucuk senjata, dan memasukkan 90 tentara Jepang ke sel yang berada di belakang Gedung Stasiun Bekasi.

Empat jam setelahnya, tanpa berkoordinasi lebih dulu dengan Komandan Sambas, warga dan pejuang segera menggiring para tawanan perang itu ke tepian Kali Bekasi. Rupanya, masing-masing dari tentara Jepang itu disembelih dan tubuhnya dibiarkan hanyut bersimbah darah mengapung di atas Kali Bekasi.

Peristiwa berdarah itu kemudian diabadikan ke dalam Monumen Kali Bekasi yang terletak di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Selatan, dekat jembatan rel Kali Bekasi. Pada prasasti di monumen tersebut, tertuang sepenggal sejarah aksi para pejuang Bekasi melawan serdadu Jepang.

Itulah tragedi sadis kali Bekasi yang tewaskan puluhan tentara Jepang hingga berubah jadi lautan darah. Bahkan, setiap tahun pada 19 Oktober, warga Jepang di Indonesia juga sering melakukan ritual tabur bunga di tepi Kali Bekasi untuk mengenang peristiwa pahit tersebut.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya