Dilansir dari berbagai sumber, dalam beberapa catatan Sunan Kalijaga atau Raden Said diceritakan pernah menaklukan Nyi Roro Kidul berbekal rompi ontokusumo yang terbuat dari kulit kambing.
Pertarungan antara Sunan Kalijaga dan Nyi Roro Kidul dilatar belakangi sebuah wabah penyakit yang melanda para warga di kawasan Pantai Selatan. Mereka percaya bahwa wabah tersebut datang dari kiriman sang penguasa Pantai Selatan.
Untuk melawan wabah tersebut, Sunan Kalijaga harus melawan Nyi Roro Kidul. Namun sebelumnya ia mendapatkan ilham untuk mengkhatamkan AlQuran terlebih dahulu.
Sunan Kalijaga dan beberapa wali lain pun mencoba mengkhatamkan AlQuran di Masjid Demak. Di sanalah beliau mendapatkan rompi kulit kambing yang konon hanya muat di badannya saja.
Dengan menggunakan rompi tersebut, Sunan Kalijaga pun berhasil menangkis sejumlah serangan yang diberikan oleh Kanjeng Ratu Kidul hingga ia menang dalam pertarungan tersebut.
Kesaktian Sunan Kalijaga rupanya menurun kepada anaknya, yakni Sunan Muria atau Raden Umar Said.
Sunan Muria dikenal sebagai orang yang saleh, bijaksana, dan sederhana dalam berdakwah. Beliau juga sering menggunakan bahasa dan budaya lokal untuk menyampaikan ajaran Islam pada warga setempat.
Tak hanya dikenal dengan dakwahnya dan sebagai pencipta tembang Sinom serta Kinanthi saja, Sunan Muria juga dikenal dengan ilmu kesaktiannya. Dalam sebuah kisah, diceritakan seorang ulama terkenal di Juwana yakni Sunan Ngerang melihat kesaktian Sunan Muria dari mata batinnya.
Sunan Ngerang pun menguji kesaktian Sunan Muria. Benar saja, Sunan Muria merupakan sosok yang memiliki kemampuan yang sangat hebat. Setelah mengetahui kesaktian Sunan Muria yang sangat tinggi, akhirnya sunan Ngerang memberikan hadiah yaitu putrinya untuk dinikahi oleh sunan Muria, yakni Dewi Roroyono.
Demikian sosok Wali Songo yang dikenal paling sakti.
(Hafid Fuad)