2 Warga Dibacok saat Sedang Pasang Portal oleh Developer Perumahan Tetangga

Ira Widyanti, Jurnalis
Senin 04 September 2023 13:01 WIB
Dua warga jadi korban pembacokan developer perumahan tetangga saat pasang portal (Foto : Freepik)
Share :

BANDARLAMPUNG - Dua orang warga Bandarlampung dibacok saat hendak gotong royong untuk memasang portal jalan. Peristiwa itu terjadi di Perumahan Griya Jabal Nur, Jalan Gunung Sinar, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung, Minggu 3 September 2023, pagi.

Kedua korban pembacokan adalah Sefri dan Rudi Hartono warga Perumahan Griya Jabal Nur. Sementara terduga pelaku berinisial ZF. Atas peristiwa tersebut, korban juga telah melapor ke pihak kepolisian.

Salah satu korban, Rudi Hartono mengatakan, peristiwa tersebut berawal saat dia bersama puluhan warga Perumahan Griya Jabal Nur hendak gotong royong untuk memasang portal jalan.

"Awalnya itu kita mau gotong royong pemasangan portal. Jadi di samping perumahan tempat saya tinggal ini lagi dibangun perumahan lain. Nah yang ngebacok saya ini merupakan developer perumahan yang lagi dibangun," ujar korban Rudi Hartono saat dikonfirmasi.

Rudi menjelaskan, pemasangan portal itu dilakukan karena aktivitas alat berat untuk mengangkut material bangunan perumahan baru tersebut melewati Perumahan Griya Jabal Nur.

"Jadi kenapa di pasang portal karena ada aktivitas alat berat yang masuk, karena kan kalau dia (terlapor) mau masuk ke perumahan dia, harus masuk lewat ke perumahan kami ini dulu," kata Rudi.

Rudi mengungkapkan, sebelum melakukan pemasangan portal, di a bersama warga di Perumahan Griya Jabal Nur telah melakukan mediasi dengan terlapor.

"Sementara kami sudah mediasi berdiskusi sama dia (terlapor) mau kaya mana baiknya, karena dia ngebangun itu juga tanpa izin pamong, RT sama lurah, dan itu belum ada juga nama perumahan itu. Di sana ada perumahan berikut kavlingan, developernya dia," ungkapnya.

Rudi mengatakan, saat hendak memasang portal tersebut, terlapor sudah berada di lokasi kejadian.

Saat itu, menurutnya, sebelum melakukan pembacokan, terlapor sempat menolak adanya pemasangan portal.

"Dia sempat ngomong jangan mengkotak-kotakan warga, cuma kan kita selaku warga di situ punya hak juga dong, gimana kalau seandainya aktivitas alat berat itu kena anak-anak, terus jalan rusak," bebernya.

"Kalau sama saya tidak ada cekcok, kita juga lebih tepatnya tidak meladeni dia, mungkin karena enggak ada yang gubris, dia khilaf langsung ngebacok kawan saya, terus saya ngedorong dia akhirnya saya juga kena bacok, setelah ngebacok dia langsung kabur," sambungnya.

Rudi menyebutkan, sudah sekitar satu bulan yang lalu pihak warga Perumahan Griya Jabal Nur mengajak diskusi dengan terlapor.

"Sudah pernah kita ajak diskusi dia gak ada jawaban, kurang lebih satu bulan lalu. Setelah pertemuan itu kita pasang banner juga penolakan mobilitas alat berat, kita gak ada penolakan pembangunan perumahan itu, tapi itu tidak ada izin pamong, RT dan lurah," ujar Rudi.

Akibat pembacokan tersebut, korban Sefri mengalami luka bacok pada bagian punggung sepanjang 30 centimeter, sementara Rudi mengalami luka bacok di bagian punggung dengan 4 jahitan dan di atas mata kaki dengan 7 jahitan dengan kedalaman luka bacok sedalam kurang lebih 4 centimeter.

Sementara dihubungi terpisah, Kapolsek Sukarame, Kompol Warsito membenarkan adanya peristiwa pembacokan tersebut, pihaknya juga sudah menerima laporan korban.

"Iya, sudah di cek TKP (tempat kejadian perkara)-nya," singkat Warsito.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya