JAKARTA - Enam jenderal dan seorang perwira menengah TNI AD tewas dalam aksi pemberontakan Gerakan 30 September yang didalangi Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).
Peristiwa berdarah itu masih membekas di TNI. Bahkan, terekam dalam pidato Ahmad Haris Nasution, jenderal yang lolos dari penculikan G30S/PKI.
Melansir Sindonews, 5 Oktober bukan hanya mengingatkan sejarah lahirnya Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tepat pada 5 Oktober 1965, Nasution menyampaikan dalam pidatonya yang menyayat hati saat melepas ketujuh jenazah Pahlawan Revolusi tepat pada 5 Oktober 1965.
Dengan suara bergetar, Jenderal Nasution menyatakan TNI tak akan mundur menghadapi fitnah PKI dan akan meneruskan perjuangan para jenderal yang telah mendahului wafat.
”Kami semua yang kamu tinggalkan punya kewajiban meneruskan perjuangan kita,” kata Jenderal Nasution yang kala itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata.
Berikut isi pidato lengkapnya:
Para prajurit sekalian. Kawan-kawan sekalian. Terutama rekan-rekan yang sekarang kami sedang lepaskan.
Bissmillahirrahmanirrahiim.
Hari ini, hari angkatan bersenjata kita, hari yang selalu gemilang, tetapi yang kali ini, hari yang dihinakan, oleh fitnahan, dihinakan oleh penghianatan, dihinakan oleh penganiayaan.
Tetapi hari angkatan bersenjata kita, kita setiap prajurit tetap rayakan dalam hati sanubari kita, dengan tekad kita, dengan nama Allah yang maha kuasa, bahwa kita akan tetap menegakkan kejujuran, kebenaran, keadilan.