Badan tersebut memperkirakan bahwa “kerusakan besar mungkin terjadi dan bencana berpotensi meluas”, dan mencatat bahwa banyak orang di wilayah tersebut tinggal di bangunan yang “sangat rentan terhadap guncangan gempa bumi”.
Televisi Al-Aoula yang dikelola pemerintah pada Sabtu (9/9/2023) menunjukkan beberapa bangunan runtuh di dekat pusat gempa dan melaporkan bahwa ribuan orang meninggalkan rumah mereka setelah Institut Geofisika Nasional negara itu memperingatkan akan adanya gempa susulan.
Reuters melaporkan guncangan juga terasa di ibu kota Rabat, sekitar 350 km sebelah utara pegunungan High Atlas.
(Susi Susanti)