"Pelaku juga menyamar atau berpura-pura menjadi orang suruhan korban yang akan mengecek kendaraan, mengcapture foto WhatsApp orang suruhan itu dan memasangnya ke WhatsApp fiktif, menghubungi korban hingga meminta mentransfer uang," jelasnya.
Sementara itu, pelaku DSP menambahkan, sejatinya saat berada di Lapas Narkotika dahulu, dia pun belajar melakukan aksi tipu-tipunya itu lewat temannya yang juga berada di Lapas tersebut. Saat melakukan penipuannya pada korban AAS, pelaku menyampaikannya dengan bahasa yang santun sehingga korban pun yakin.
"Belajar dari Lapas," beber pelaku.
"Cara kamu yakinkan korban saat telpon, kamu sampaikan dia minta mobil iklankan gimana?" tanya polisi.
"Kalau korban tanya, mobilnya masih ada, di Bekasi Barat, di Jakasampurna kan, kalau ada teman atau saudara bisa cek unitnya, silakan cek dahulu saja unitnya," kata pelaku dihadapan awak media.
(Awaludin)