4. Letnan Jenderal Siswondo Parman
Parman lahir pada 4 Agustus 1918 di Wonosobo, Jawa Tengah. Dia juga mengawali karier militer sebagai TKR, dan berhasil menduduki sejumlah jabatan di Polisi Militer Nasional. Sampai tanggal 28 Juni 1965 dia diangkat menjadi asisten pertama dengan tanggung jawab untuk intelijen untuk Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal Ahmad Yani.
Parman dijemput dikediaman oleh prajurit PKI, dan dibawa ke basis gerakan di Lubang Buaya, untuk diintrogasi dan ditembak mati.
5. Mayor Jenderal Donald Isaac Pandjaitan
Pandjaitan lahir di Balige, Tapanuli, 19 Juni 1925, mengawali militer sebagai anggota Gyugun di Pekanbaru, Riau, hingga pada puncaknya menjabat sebagai Asisten IV Menteri / Panglima Angkatan Darat. Beliau banyak berkontribusi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, seperti menjadi Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat Agresi Belanda II.
Pandjaitan gugur, setelah ditembak di kepala saat sedang berdoa dirumahnya oleh pasukan PKI.