JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebutkan bahwa generasi saat ini adalah generasi TikTok.
Hal itu diungkapkan Wapres saat memberikan tausiyah pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Al Maghfurlah K.H. Muhammad Amin (Abuya Amin) Ke-30 di Masjid Jami’ Baitul Muhtadin, Kab. Tangerang Banten pada hari Kamis (28/9/2023) malam.
Wapres pun menyoroti anak-anak muda generasi saat ini lebih dekat dengan media sosial, salah satunya TikTok dibandingkan membaca Alquran.
“Sekarang zamannya teknologi, semua informasi masuk ke rumah-rumah, ke kamar-kamar ya. Makanya hati-hati, sekarang ini generasi kita generasi TikTok, bener nggak?” kata Wapres kepada jamaah yang hadir.
“Daripada ngedengerin omongannya Kyai, mendingan ngedengerin omongannya TikTok? Benar apa tidak? Bukan baca Quran, bangun sudah pagi bukan baca Quran tapi TikTok,” tanya Wapres lagi yang dijawab betul oleh para jamaah.
Oleh karena itu, Wapres meminta di peringatan Maulid Nabi kali ini agar kembali mendekatkan kepada Allah. “Ini tantangan kita itu, harus benar-benar harus, harus membersihkan jiwa.”
“Sebab orang yang memenuhi panggilan Allah itu, katanya Syekh Nawawi (Al Bantani). Hamba yang memenuhi panggilan Allah tanpa menunda-nunda, ketika sifat-sifatnya menghambat pengabdiannya kepada Allah, sifat yang buruk-buruk kalau sudah hilang, harus membersihkan jiwa itu,” kata Wapres.
Wapres juga meminta agar sifat yang menghalangi untuk menghamba atau mendekat kepada Allah SWT harus dihilangkan. “Supaya apa? Supaya kamu bisa memenuhi panggilan Allah, dan dekat dengan Allah. Ini yang harus dilakukan, pertempuran kita melawan pandangan-pandangan, pikiran-pikiran untuk jauh kepada Allah, inilah tantangan yang dihadapi masa ini, masa sekarang, apalagi masa yang akan datang.”
Wapres berpesan pentingnya mencetak ulama bagi keselamatan generasi berikutnya. “Untuk menyelamatkan generasi kita, maka kita perlu mencetak betul ulama-ulama,” ujar Wapres.
Dia lantas menjelaskan, alasan ulama-ulama ini perlu dibentuk, karena ulama yang telah ada tidak akan hidup selamanya. “Kenapa, karena para ulama tidak selalu hidup. Kyai juga meninggal. Kalau kita sudah meninggal, ilmunya itu dibawa,” urai Wapres.
“Allah tidak akan mengambil ilmu dari bumi dengan mencabutnya, melainkan Allah akan mengambil ilmu dengan mewafatkan para pemilik ilmu,” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)