NEW YORK - Seekor singa laut betina melarikan diri sebentar dari kandangnya di Kebun Binatang Central Park di New York, Amerika Serikat (AS) pada Jumat (29/9/2023) ketika hujan lebat menyebabkan kolamnya banjir.
Menurut siaran pers dari Jim Breheny, Wakil Presiden eksekutif Kebun Binatang Masyarakat Konservasi Margasatwa dan Akuarium, singa laut tersebut berhasil berenang keluar dari kolam yang banjir dan berkeliaran di sekitar area tersebut sebelum kembali ke kandangnya, yang ia tinggali bersama dua singa laut lainnya.
Staf di kebun binatang telah memantau petualangan tak terduga mamalia laut tersebut sambil menunggunya kembali.
Rilis berita tersebut melaporkan ketinggian air di kolam singa laut telah surut, dan semua hewan berada di tempat pameran yang ditentukan.
“Tidak ada staf atau pengunjung yang berada dalam bahaya dan singa laut tersebut tetap berada di dalam kebun binatang, tidak pernah melanggar batas sekunder kebun binatang,” terangnya, dikutip CNN.
Kebun Binatang Central Park adalah bagian dari jaringan taman satwa liar perkotaan terbesar di dunia. Ini mencakup Kebun Binatang Bronx, Kebun Binatang Queens, Kebun Binatang Prospect Park, dan Akuarium New York.
Pada Jumat (29/9/2023) pagi, Wildlife Conservation Society menutup kelima fasilitas tersebut karena cuaca buruk. Hujan yang memecahkan rekor telah memicu keadaan darurat di New York dan menyebabkan banjir di ruang bawah tanah, sekolah, dan kereta bawah tanah.
“Kami telah menutup empat kebun binatang dan akuarium pagi ini sehingga staf dapat fokus pada hewan dan fasilitas kami selama badai terjadi,” lanjutnya.
“Staf perawatan hewan akan terus memantau situasi sepanjang peristiwa cuaca terjadi,” ujarnya.
Menurut NOAA, singa laut California seperti yang ditempatkan di Kebun Binatang Central Park adalah hewan asli Pantai Barat.
Spesies ini dilindungi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Mamalia Laut. Saat dewasa, singa laut betina dapat memiliki berat hingga 240 pon dan panjang hingga 6 kaki.
(Susi Susanti)