Melalui peristiwa ini terlihat bahwa ambisi Gajah Mada sangat besar, dirinya tidak ragu mengorbankan perasaan cinta Hayam Wuruk kepada Dyah Pitaloka. Bahkan memanfaatkan momen sakral yaitu pernikahan rajanya.
BACA JUGA:
Akibat Perang Bubat Gajah Mada kemudian tidak lagi dipercaya oleh keluarga Majapahit untuk duduk dibangku pemerintahan. Kemudian dihapuskan gelarnya dari Mahapatih kerajaan. Setelah itu Gajah Mada memilih untuk bertapa dan menghabiskan waktunya di Madakaripura, sebuah daerah perdikan yang diberikan oleh Hayam Wuruk sebagai bentuk penghargaan.
Pasca kepergian Gajah Mada dari politik Majapahit. Hayam Wuruk merasa sangat sedih karena meskipun bersalah atas terjadi Perang Bubat, namun Gajah Mada merupakan Mahapatih yang sangat berjasa bagi kejayaan Majapahit.
BACA JUGA:
Hal baik yang dapat diambil dari peristiwa ini adalah Hayam Wuruk sebagai sosok raja dapat mengambil keputusan dengan lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung kepada Gajah Mada.
Demikian kisah hubungan antara Hayam Wuruk dan Gajah Mada, banyak pembelajaran yang dapat diambil dari kisah keduanya mulai dari cara bekerjasama dan dengan tidak saling berkhianat dengan orang yang telah menaruh kepercayaan pada diri kita.
(Fakhrizal Fakhri )