JAKARTA - Memasuki usia ke-78, ketangguhan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjalankan operasi tidak perlu diragukan lagi. Kemampuan prajuritnya di berbagai medan pertempuran telah diakui dunia.
Operasi Merah Putih pembebasan Kapal MV Sinar Kudus dari pembajak di perairan Somalia menjadi salah satu sejarah yang menggambarkan kehebatan para pengawal kedaulatan NKRI itu.
Pasukan elite TNI dengan heroik membebaskan Kapal MV Sinar Kudus dari perompakan sebagaimana dikutip dari sindonews. Kisah ini diceritakan Letjen TNI (Mar) Suhartono yang kini menjabat sebagai Irjen TNI.
Kala itu, ia yang menjabat sebagai Komandan Detasemen Jalamangkara (Dandenjaka) Korps Marinir TNI AL terlibat langsung dengan operasi pembebasan Kapal MV Sinar Kudus dari pembajak di Somalia.
”Diawali saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, menerima laporan bahwa kapal MV Sinar Kudus bermuatan ferro nikel yang berlayar dari Sulawesi menuju Rotterdam, Belanda dibajak di perairan Laut Arab pada 2011,” ujarnya beberapa waktu silam.
Presiden SBY langsung menggelar rapat terbatas usai mengetahui Kabar pembajakan kapal berbendera Indonesia. Kemudian, memutuskan kapal dan anak buah kapal harus dibebaskan. Negosiasi dengan pembajak menjadi pilihan sambil menyiapkan operasi militer.
”Operasi militer menjadi tanggung jawab TNI, Panglima TNI saat itu Laksamana Agus Suhartono segera menyiapkan pasukan khusus TNI AL, Detasamen Jala Mangkara (Denjaka) untuk menjalankan tugas pembebasan kapal,” katanya.