Faktor lainnya yang tak kalah krusialnya sehingga menyebabkan Tumapel berpisah dari dan menyerang Kediri adalah karena saat itu raja Kediri, Kretajaya, cenderung berkonflik dengan para brahmana. Raja Kediri itu hendak meneguhkan dirinya sebagai Dewa yang harus disembah oleh kaum brahmana. Tentu saja permohonan dan tuntutan Kretajaya ini bukan hanya ditolak, tetapi juga membuat murka, kaum brahmana.
Sebab, di dalam tradisi Hindu, kaum brahmana merupakan kasta tertinggi, sementara kaum satria, yang di dalamnya termasuk para raja dan pejabat tinggi, merupakan kasta yang ada di bawah brahmana.
Bagaimana mungkin kaum brahmana yang menempati kasta tertinggi dipaksa menyembah dan tunduk kepada raja yang merupakan bagian dari kasta satria. Dengan persoalan-persoalan inilah Tumapel, di bawah pimpinan Ken Arok, menyusun strategi untuk menumbangkan Kediri yang berada di bawah kekuasaan Kretajaya.
(Arief Setyadi )