“Kami memerangi orang-orang barbar dan akan meresponsnya dengan tepat,” lanjutnya. Israel telah menggempur lokasi yang disebutnya sebagai lokasi “strategis” Hamas di Gaza dengan serangan udara sejak serangan Hamas.
Beberapa jam kemudian, juru bicara sayap bersenjata Hamas mengatakan pihaknya akan mulai membunuh sandera sipil dan menyiarkan tindakan tersebut jika Israel menargetkan orang-orang di Gaza tanpa peringatan.
“Kami menyatakan bahwa kami akan menanggapi setiap penargetan terhadap warga kami yang aman di rumah mereka tanpa peringatan, dengan eksekusi sandera sipil kami, dan kami akan menyiarkannya dengan audio dan video,” kata Abu Obaida dalam sebuah pernyataan di Al. -Saluran Telegram Brigade Qassam.
Hamas melancarkan serangan mendadak yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Sabtu (7/10/2023) pagi, menembakkan ribuan roket dan mengirimkan pejuang bersenjata ke Israel.
Radio Angkatan Darat Israel melaporkan pada Senin (9/10/2023), serangan itu telah menewaskan sedikitnya 900 orang di Israel dan melukai ribuan lainnya.
Israel pun langsung meresnpons pada Minggu (10/2023) dengan secara resmi menyatakan perang terhadap Hamas.