MOSKOW – Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov mendesak para pemimpin negara-negara Muslim dan komunitas internasional untuk melindungi warga sipil Palestina dan mendorong penyelesaian damai dari Perang antara Hamas dan Israel. Kadyrov juga mengatakan bahwa dia siap mengirimkan pasukan Chechnya ke Palestina jika diperlukan.
“Saya mengimbau para pemimpin negara-negara Muslim: Bentuklah koalisi dan serukan kepada mereka yang Anda sebut sebagai teman, Eropa dan seluruh Barat, untuk tidak mengebom warga sipil dengan dalih menghancurkan militan. Kami mendukung Palestina. Dan kami menentang perang ini, yang, tidak seperti konflik lainnya, dapat meningkat menjadi sesuatu yang lebih besar,” kata Kadyrov dalam pidato video di Telegram, sebagaimana dilansir RT.
“Oleh karena itu, saya menyerukan penghentian perang dan segala bentuk eskalasi. Jika perlu, unit kami siap bertindak sebagai pasukan penjaga perdamaian untuk memulihkan ketertiban dan melawan gangguan apa pun,” tambah Kadyrov.
Kekerasan terbaru ini pecah ketika Hamas melancarkan serangan mendadak ke kota-kota Israel pada Sabtu, (7/10/2023) dan menguasai sejumlah wilayah. Serangan yang dilakukan bersamaan tembakan 5.000 roket itu menewaskan ratusan warga sipil dan tentara Israel.
Israel membalas serangan ini dengan menggempur Gaza dengan bom dan jet tempur, menghancurkan apa yang mereka anggap sebagai fasilitas Hamas dan sarana sosial. Pada Senin, (9/10/2023) Israel mengumumkan blokade total di Gaza, memutus aliran listrik, air dan suplai bahan pangan.
Lebih dari 1.200 orang dan ribuan lainnya luka-luka dalam esekalasi konflik kali ini, yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Setidaknya 600 warga Palestina dan 700 warga Israel telah dikonfirmasi tewas.
(Rahman Asmardika)