Hamas Rilis Video Tampilkan Pembebasan Sandera Perempuan dan 2 Anak-Anak

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 12 Oktober 2023 12:04 WIB
Foto: Tangkapan layar.
Share :

TEL AVIV - Brigade Qassam Hamas telah merilis sebuah video yang menunjukkan pembebasan seorang sandera wanita dan dua anak. 

Rekaman yang ditayangkan di Al Jazeera pada Rabu, (11/10/2023) malam diambil dari jarak jauh, memperlihatkan wanita tak dikenal dan anak-anak dari belakang.

Orang-orang tersebut, yang diperkirakan merupakan pejuang Hamas, terlihat berjalan pergi setelah meninggalkan mereka di area terbuka dekat pagar, yang mungkin merupakan perbatasan antara Israel dan Gaza.

Tidak jelas kapan video itu diambil. Pihak berwenang Israel belum mengomentari video tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Brigade Qassam, sayap bersenjata Hamas, mengatakan wanita tersebut adalah warga negara Israel.

“Seorang pemukim Israel dan dua anaknya dibebaskan setelah mereka ditahan selama bentrokan,” kata pernyataan itu, menurut laporan kantor berita AFP.

Hoda Abdel-Hamid dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Yerusalem Barat, mengatakan media Israel memperlakukan video tersebut dengan sedikit reaksi.

“Seorang reporter mengatakan bahwa Hamas sedang mengendalikan kerusakan, dan itu adalah aksi media. Saluran TV Israel lainnya mengatakan pembebasan ini terjadi lebih awal. Beberapa orang mengatakan hal itu terjadi pada Sabtu, (7/10/2023) dan Hamas sedang berusaha meningkatkan citra internasionalnya pada saat ini,” katanya.

“Gambar-gambar itu masih tersebar di seluruh negeri, baru saja ditayangkan di Al Jazeera, orang-orang hanya mencoba mencerna apa yang mereka lihat,” katanya, seraya menambahkan bahwa sejauh ini ada reaksi yang “bertentangan”.

Diperkirakan 150 tawanan ditangkap oleh Hamas pada Sabtu dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel, yang segera menyatakan perang terhadap Gaza.

Pemboman Israel yang tiada henti selama lima hari telah menewaskan lebih dari 1.050 orang, termasuk ratusan warga sipil, dan melukai lebih dari 5.000 lainnya di Gaza, kata kementerian kesehatan Israel.

Badan Pengungsi Palestina PBB mengatakan 250.000 orang telah mengungsi di wilayah kantong Palestina yang dikepung total oleh Israel, sehingga menciptakan apa yang oleh para pengamat disebut sebagai “bencana kemanusiaan”.

Militer Israel mengatakan lebih dari 1.200 orang, termasuk 155 tentara, tewas di Israel sejak Sabtu.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya