Hobi Unik Pangeran Diponegoro, dari Memelihara Burung hingga Main Catur

Avirista Midaada, Jurnalis
Kamis 12 Oktober 2023 05:29 WIB
Pangeran Diponegoro (foto: dok wikipedia)
Share :

SOSOK pejuang Pangeran Diponegoro, sebagaimana pada umumnya manusia juga memiliki hobi. Tetapi konon sang pangeran memiliki hobi unik yakni memelihara burung, bermain catur, hingga mengunyah sirih.

Khusus hobi memelihara burung, kakak tua dan perkutut menjadi burung yang suka dikoleksi sang pangeran. Hobi itu memang menjadi cukup unik di tengah kharismanya sebagai seorang pahlawan yang juga jadi ulama dengan karomah dan kesaktiannya yang mengiringinya. Bahkan di pengasingannya, ia menghabiskan banyak waktu di antara burung - burung kakatua.

Kebiasaan lain yang juga digambarkan unik adalah hobinya yang bermain catur dan mengunyah sirih. Kebiasaan mengunyah sirih ini sering kali dilakukan Diponegoro setiap hari, sebagaimana dikutip dari buku "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1855", tulisan Peter Carey. Bahkan dari kebiasaannya mengunyah sirih, sehingga ia dapat menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengunyah seracikan kapur, daun sirih, dan pinang.

Pangeran Diponegoro juga konon memiliki kebiasaan merokok. Rokok yang biasanya ia hisap adalah sigaret tebal yang dilintingnya sendiri dengan tangan. Sejenis cerutu yang terbuat dari tembakau lokal, yang dibungkus dengan daun jati.

Kesukaan Pangeran Diponegoro yang tentu cukup unik yakni kebiasaannya adalah minum anggur bersama orang - orang Eropa. Merek paling favoritnya adalah Constatia, anggur putih manis dari Tanjung Harapan, yang pernah menjadi pilihan raja - raja dan kaisar, seperi Napoleon.

Tapi Diponegoro tak pernah menjadikan meminum anggur sebagai kebiasaan yang berlebihan. Diponegoro mempunyai tafsir sendiri soal larangan minum anggur putih manis dalam islam, dan berpendapat bahwa meminum anggur putih yang diberikan orang Eropa tidak bertentangan dengan Al Quran. Mengingat orang Eropa meminum anggur putih yang manis itu sebagai obat penawar bila mereka mabuk anggur merah.

Untuk makanan kesukaan Diponegoro, beliau memiliki selera yang selektif. Selama satu minggu, yang ia habiskan di kediaman Residen Semarang, di tengah perjalanan menuju Batavia, Diponegoro menyukai roti putih yang dipanggang setiap hari di dapur keresidenan Bojong.

Beliau pun juga terbiasa dengan menu kentang Belanda, yang menurut bahasa pelesetan punakawannya, Joyosuroto (roto) kentang sabrang, atau kentang pengasingan, yang dimakan dengan sambal dan keripik singkong. Konon kebiasaan ini pernah dilakukan Diponegoro dalam makan sehari-harinya selama perjalanan laut ke Batavia, pada 5 - 8 April 1830, Manado 3 Mei - 12 Juni 1830, dan Makassar pada 20 Juni - 11 Juli 1833.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya