Kematian Tragis Mahapatih Pertama Majapahit Akibat Fitnah Pejabat Istana

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 13 Oktober 2023 07:44 WIB
Raja Majapahit, Jayanegara (foto: Wikipedia)
Share :

MPU NAMBI, sang mahapatih Majapahit pertama tak bisa membayangkan cutinya kepulangannya, karena ayahnya sakit bakal menjadi petaka. Sang ayah Arya Wiraraja, adalah ayah kandung Mpu Nambi, yang menjalin hubungan baik sebagai sahabat dengan Raden Wijaya, raja pertama dan pendiri Kerajaan Majapahit.

Saat itu, izin kepulangan Mpu Nambi membuat sang raja Jayanagara memerintahkan mengirimkan pasukan khusus untuk melayat usai Arya Wiraraja sakit, hingga dinyatakan meninggal dunia. Pasukan Majapahit pun berangkat dengan rombongan besar yang dipimpin oleh Mahapati. Di dalam rombongan besar tampak Pamandana, Mahesa Pawagal, Panji Anengah, Panji Samara, Panji Wiranagari, Jaran Bangkal, Teguh, Semi, Lasem, dan Emban, yang seluruhnya merupakan teman seperjuangan Raden Wijaya dari Wangsa Rajasa.

Di Lumajang, para pasukan itu akhirnya bertemu Mpu Nambi di kediamannya. Mereka menyampaikan rasa duka citanya. Namun saat kembali ke Majapahit, rombongan besar itu menyampaikan hal yang berbeda ke Jayanagara, sebagaimana dalam buku "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru".

Sosok Mahapati, yang juga pejabat istana melaporkan bahwa Mpu Nambi bakal melakukan pemberontakan ke ibu kota Majapahit. Mahapati menyebut laporan palsu dan memfitnah Mpu Nambi dengan menyampaikan hal yang tak semestinya ke Jayanagara.

Mendengar karangan Mahapati inilah akhirnya Jayanagara bereaksi. Sang raja memutuskan untuk melakukan penyerangan kepada Lumajang, tanpa mengklarifikasi dan mengeceknya ke Mpu Nambi, yang notabene adalah pejabat utama sekaligus Mahapatih di masa Jayanagara.

Jayanagara yang termakan fitnah Mahapati, lantas merencanakan serangan mendadak ke Lumajang. Akhirnya setelah terjadi perdebatan di kalangan istana Majapahit disepakati berangkat ke Lumajang.

Pasukan besar Majapahit pun sampai di perbatasan Lumajang Tigang Juru, Mahapatih Nambi dan pembesar Kerajaan Majapahit yang masih tertinggal di Lumajang tidak menyangka jika izin cutinya, oleh Mahapati akhirnya disalahgunakan mempengaruhi Jayanagara, yang memang mempunyai sifat menggebu-gebu dan tidak menyukai keberadaan para pendukung Wangsa Rajasa.

Dikarenakan kedatangan mendadak dari pasukan Majapahit saat keadaan keraton Lamajang Tigang Juru yang masih berkabung karena wafatnya Arya Wiraraja, Mpu Nambi dan saudara-saudaranya di Lumajang tidak bisa maksimal mempersiapkan pasukan Lamajang Tigang Juru.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya