Menurut Sutan Yusuf, aspirasi ini seharusnya didengar oleh presiden Indonesia berikutnya. Sebab, kontribusi dan pengaruh para raja-sultan sangat besar bagi NKRI.
"Karena memang kontribusi seluruh raja-raja dan sultan, penglingsir, datuk, maupun pemangku adat di Nusantara sangat besar terhadap keberadaan NKRI," ujarnya.
Setelah diskusi, ada penandatanganan bersama dukungan terhadap Ganjar Pranowo dari para raja-sultan dan lembaga adat yang hadir.
Narasumber dalam diskusi ini dihadiri penggagas dan penasehat Dinasti Nusantara, Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II yang didampingi permaisuri KGRAA Mangku Alam II.
Lalu, Koordinator Nasional Dinasti Nusantara, KPH. Andi Bau Malik Barammamase Karaenta Tukajannangngang Satrio Sasmito beserta Permaisurinya yakni KRAy Hj Andi Yulianti Makmur Patta Ne'nang Satrio Sasmito. Dan juga Sekjen Dinasti Nusantara KRAy Tengku Maliana Zufrine Puan Putri Candra Kirana dari Kerajaan Negeri Padang Deli Sumatera Utara.
Diketahui, diskusi ini menghadirkan raja-sultan di Sumbar, Riau, dan Jambi. Misalnya, Sri Paduka Raja Yang Dipertuan Agung Haji Tengku Muhammad Nizar dari Kerajaan Rantau Kampar Kiri Gunung Sahilan di Riau, Tantua Rajo Sailan Kerajaan Balai Janggo Darussalam, dan Sultan Wawan Fitrah Nugraha Abdurrahman Thaha Syaifuddin Bergelar Sultan Mudo Mangkunegoro dari Kesultanan Melayu Jambi. Selain itu, ormas tokoh masyarakat Minangkabau Group Alventura.
(Erha Aprili Ramadhoni)