TEHERAN – Bendera hitam dikibarkan di Masjid Razavi di Mashhad, Iran pasca serangan di Rumah Sakit Al-Ahli di Gaza yang menewaskan setidaknya 500 warga sipil Palestina, termasuk anak-anak pada Selasa, (17/10/2023). Pemerintah Iran mengatakan serangan itu dilancarkan Israel dalam kampanye pengeboman di Gaza yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.
BACA JUGA: Iran Kibarkan Bendera Merah Serukan Pembalasan ke AS atas Kematian Jenderal Soleimani
Dalam tradisi Syiah, bendera hitam dikibarkan sebagai tanda berkabung, untuk memperingati syahidnya cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Hussain di Karbala. Namun, kali ini bendera hitam tersebut dikibarkan sebagai simbol solidaritas terhadap rakyat Palestina, atas berdukanya nyawa yang hilang akibat serangan Israel di Rumah Sakit Al-Ahli di Gaza, demikian diwartakan BNN.
Selain itu, bendera ini juga dikaitkan dengan nubuat tentang Khorasan (wilayah Asia tengah/Persia) dan tentara Mahdi, yang berbunyi:
“Bila bendera hitam muncul di Khorasan pergilah ke sana, walaupun harus merangkak di atas salju, di antaranya adalah Khalifah Allah, Sang Mahdi”
Serangan terhadap rumah sakit itu memicu reaksi keras dan demonstrasi di berbagai belahan dunia, termasuk di Iran. Di Teheran, masyarakat Iran turut turun ke jalan meneriakkan slogan-slogan mengecam Israel dan mendukung perjuangan Palestina.